gravatar

Ku Telefon Tuhan Dalam Tahajjud


Semalam, ku telefon Tuhan dalam tahajjudku.
“Tuut, tuut… tuut, tuuut!” Terus diangkat. Dan sebaik sahaja kudengar talian di sebelah sana diangkat, saat itu terus ku luahkan isi hatiku bagai mencurah-curah ke ladang gandum!
“Wahai Yang Maha Agung, aku ini hambaMu. Aku menghubungimu semata-mata ingin mengadu padaMu ya Allah. Wahai Yang Maha Mendengar, aku ingin mengadu kepadaMu bahawa hatiku telah berlubang!”
“Wahai hambaKu. Jika Aku menimpakan suatu musibah ke atas kamu pada badanmu, lalu kamu menerima musibah itu dengan penuh kesabaran, nescaya di hari kiamat Aku malu untuk menegakkan bagimu neraca timbangan atau membuka buku catatan amalmu.” [1]
“Akan tetapi Allah, lubang di hatiku ini sangat menyakitkan. Dan ini juga bukan kemahuanku.”
“Wahai hambaKu, barangkali kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan barangkali kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” [2]
“Yang penting lubang di hati ini sangat dalam. Dan aku mohon pertolonganMu, mengapa tidak Engkau tutupkannya saja.”
“Jika sekiranya Aku mahu, nescaya akan Kuberikan kepadamu wahai kekasihKu. Akan tetapi telah tetaplah kata-kataKu: Wahai dunia! Pahitkanlah kehidupan para kekasihKu, janganlah sekali-sekali engkau memaniskannya, kelak engkau akan memfitnahinya.” [3]
“Oh begitu rupanya… Sungguh Maha Penyayang Engkau wahai Tuhanku, melindungi aku daripada fitnah dunia. Maka, sekarang aku memohon agar Engkau memberikan aku kekuatan ya Allah.”
“Sesungguhnya Aku sekali-kali tidak membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” [4]
“Terima kasih Tuhan, bolehkah Engkau selalu mengingatkan aku di saat aku lupa wahai Tuhanku…?”
“Tentu. Sesungguhnya Akulah yang menciptakanmu dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatimu, dan Aku lebih dekat kepadamu daripada urat lehermu sendiri.” [5]
“Tuhanku, aku sangat-sangat berharap Engkau sentiasa ada bersama denganku.”
“Wahai hambaKu, ketahuilah bahawa Aku sentiasa berada dalam sangkaanmu, dan Aku ada bersamamu ketika kamu menyebutKu. Bila kamu menyebut-Ku dalam dirimu, Aku menyebutmu dalam Diri-Ku. Bila kamu menyebut-Ku dalam khalayak ramai, Aku menyebutmu dalam khalayak yang lebih baik daripada itu. Bila kamu mendekat kepada-Ku satu jengkal, Aku mendekat kepadamu satu hasta. Bila kamu mendekat kepada-Ku satu hasta, Aku mendekat kepadamu satu depa. Bila kamu datang kepada-Ku dengan berjalan kaki, Aku datang kepadamu berlari-lari.” [6]
“Aku ingin menjadi hambaMu yang sebenar-benarnya wahai Tuhanku…”
“Tanda pengenalan hamba-hamba-Ku di hatinya terhadap-Ku ialah dengan menyangka baik terhadap qadar-Ku, tiadalah dikeluh-kesahkannya hukum-hukum-Ku, tiadalah dirasakannya lambat kurnia-Ku dan senantiasa malu berbuat maksiat.” [7]
“Wahai Allah! Sesungguhnya aku bersaksi bahawa tiada Tuhan yang layak disembah selain Allah. Dan aku berjanji akan selalu mengingatiMu lebih daripada segala yang lain.”
“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingati Aku.” [8]
SubhanAllah. Alhamdulillah. Allahuakbar. La ilaaha illAllah. La hawla wala quwwata illa billah.
Lalu ku putuskan talian itu kerana ku tahu sebentar lagi akan ku hubungiNya lagi.
Terima kasih Allah.
Yang tak pernah jemu melayan kerenah ku.
Yang lebih dekat kepadaku berbanding urat leherku.
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang terhadap hamba-hambaNya.
Terima kasih ya Allah!
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al-Baqarah: 186)
SISIPAN AYAT-AYAT AL-QUR’AN DAN HADIS QUDSI
1.  Berkata Anas r.a. bahawasanya Nabi SAW bersabda: “Allah telah berfirman: Jika Aku menimpakan suatu musibah ke atas salah seorang hamba-Ku pada badannya, atau hartanya, atau anaknya, lalu dia menerima mushibah itu dengan penuh kesabaran, nescaya di hari kiamat Aku malu akan menegakkan baginya neraca timbangan atau membuka buku catatan amalnya.”(Riwayat Qudha’I, Dailami, Hakim dan Tirmidzi)
2.  “…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)
3.  Berkata Ibnu Mas’ud ra. bahwasanya Nabi Saw. telah bersabda: ”Allah telah berfirman: Wahai dunia! Pahitkanlah kehidupan para kekasih-Ku, janganlah sekali-sekali engkau memaniskannya, kelak engkau akan memfitnahinya.” (Riwayat Qudha’i)
4.  “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat seksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (Al-Baqarah: 286)
5.  “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (Qaff: 16)
6.  Dari Abu Hurayrah r.a., katanya: Bersabda Rasulullah Saw.: “Berfirman Allah Yang Maha Agung: Aku berada dalam sangkaan hamba-Ku tentang Aku, dan Aku bersama-nya ketika ia menyebut Aku. Bila ia menyebut Aku dalam dirinya, Aku menyebut dia dalam Diri-Ku. Bila ia menyebut Aku dalam khalayak, Aku menyebut dia dalam khalayak yang lebih baik dari itu. Bila ia mendekat kepada-Ku satu jengkal, Aku mendekat kepadanya satu hasta. Bila ia mendekat kepada-Ku satu hasta, Aku mendekat kepadanya satu depa. Bila ia datang kepada-Ku berjalan kaki, Aku datang kepadanya berlari-lari.” (Riwayat Bukhari, Muslim, Ibn Majah, At-Tirmidzi, Ibn Hanbal)
7.  Berkata Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi SAW bersabda: “Allah telah berfirman: Tanda pengenalan hamba-hamba-Ku di hatinya terhadap-Ku ialah dengan menyangka baik terhadap qadar-Ku, tiadalah dikeluh-kesahkannya hukum-hukum-Ku, tiadalah dirasakannya lambat kurnia-Ku dan senantiasa malu berbuat maksiat.” (Riwayat Dailami)
8.  “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (Thaahaa: 14)

Wallahu a'alam

gravatar

Citow Palestino de Amore XD

Bismillahirrahmaanirrahiim


“Ummi, kita akan makan apa harini? Adik lapar la ummi..”

“kejap ye adik, kita tunggu abi balik dari masjid dulu ye..” kata ummi sambil tersenyum. Wajahnya menunjukkan seribu keyakinan bahawa pada hari ini abi akan membawa pulang makanan. Namun, dengan senyuman tersebut tidak mampu menyembunyikan kegusaran di hatinya.

Kami lima beradik setia menunggu abi pulang dari masjd. Abi lah tempat kami bergantung rezeki. Jika ada manusia yang hidupnya bagaikan kais pagi makan pagi, kais petang makan petang, tetapi kami tidak. Hidup kami lazimnya berbekalkan sekeping roti setiap tiga hari.

Akan bersambung………. XD

gravatar

Amalan Ibu Mengandung + True Love and Pain


Bismillahirrahmaanirrahiim.. sini ada Tips2 amalan ibu mengandung oleh Ustazah Siti Norbahiyah.. :D

Selamat mendengar dan mengambil iktibar... [Selamat beramal la ye ;D ]


True Love and Pain

Jane is a typical college girl who enjoys life to the fullest. She loves her boyfriend so much and texts him every now and then.

Mark is Jane's boyfriend who works in a call center in los angeles. He's always busy doing so many things. He only manage to reply to Jane's texts when he got off from work. One time mark receive a message from jane : "hi baby! how are you? i miss you! call my house when u get home..take care! i love you!"

mark ignored the message because he always receive the same message whenever it is time for him to go home from work.

"baby, i miss you..did u eat yet?! Take care when you get home! ill be waiting for your call..i love you!"

"baby, where are you?! its unfair that you don't reply to my texts... well, im just gonna wait for your call..i love you!"

Mark reaches home and lay on his bed. The last time he knew is that he's reading Jane's text. He was so tired he fall asleep and wasn't able to return jane's call. He can still hear his phone beeps but he's too tired to take a glimpse on the message.

When he woke up the next day, he remembers that he needs to call Jane. He ignored the messages and dialed Jane's .. No one's answering in her house. He called up her cellphone and he was surprised that her father answered the call. In his voice you can feel his tears and hear his heart tearing apart.

"Mark, why havent you called?. Jane was waiting for your call all night!"

"Dad im sorry. i fell asleep being so tired from work... i was calling your house but no one was answering. where are you? so i can come over."

"Just meet me at jane's house." Mark went to Jane's house and much to his surprised he saw a lot of people inside. The house were so lighted but you can see the gloom on every person you'll meet there. He was greeted by Jane's mom on tears. She hug him tight and cried on his shoulders.

"Jane was waiting for you. She didn't come with us because she was waiting for your call. She was killed by robbers that broke in our house. She's gone , Mark. She's gone !!!

"thats impossible..she texted me..how could this happen!"

Mark can't look who's inside the coffin. He can't move and it feels like his whole body is stuck on the chair hes seating on. He wanted to cry but it seems that something is blocking his tears to fall down. He turned to his phone and read the messages of Jane.

"baby, im not coming with my mom and dad..im just gonna wait for your call.."

"baby..im so scared... it seems like theres someone downstairs..please call me now!"

"babe..someones here..they might kill me..please call me now, where are you? i need you here... "

"baby... . i love you!... " the last message from JANE

He wanted to shout and cry so loud. It's true that Jane is waiting for his call. Up to her last breath she only thinks about him.

He stared at Jane inside the coffin. Suddenly tears starts flowing down his cheeks. He can't say anything. The only words he uttered... "My baby, i'm so sorry! I could have known, i could have fought for you! i'm really sorry! I love you sooooooooooooooooooooooooooooo much!"

Now, pass this on right after you've read it.. only if you really love someone enough to do so

***Moral of the story... .when someone message you... please reply..


Moral from my point of view...
No matter who message you, call you, or who you love sooooo muchuk2 you should consider between your heart or Allah's rights..

Well, this story would be more interesting if the couple is already married right? hoho..

Okey, malas nak berleter di sini.. yang pasti cerita ni tak bermanfaat pun sekiranya diamalkan oleh orang Islam.. melainkan sekiranya diubah perkataan boyfriend kpd husband or girlfriend kpd wife... tapi citer ni memang sedihlaa... T.T
Kalau betul2 berlaku [setelah diubah watak], hmmmmm.... lagiiii sediiiiih..............

Wallahu a'alam

gravatar

Berjuang untuk Siapa?

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Muhasabah tuk diri sendiri..


 
Muhasabah untuk diri saya yang teramat dhaif ini.......

Ayat-ayat biasa yang didengar 

"Saya kalau tak ada si fulan , jangan harap saya nak masuk berjuang ...sebab si fulan lah yang tarik saya ...dan saya juga sukakan cara si fulan ...malah saya sukakan si fulan ..hik..hik..hik.. (hik tu hanya tambahan untuk meriahkan suasana)

"kalau si fulan x diberi jawatan...kita jangan datang program tu!"

"Si fulan kene lawan...! mana boleh gini..mana ada org lain yang layak...kalau si fulan xada..habis..hancurlah kita!"

"Tahu takkk...? mereka semua yang masuk perjuangan ni...semuanya kerana saya!,kalau x ada saya jgn harap dorang nak masuk!"

Ayat yang terngiang2..

"ish,,sy ni orng biasa2...sy malaslah datang usrah"

"hah!..usrah ni utk org yg ada jawatan jer...mmg patut dorang kene pergi...kite ni x gi pun xpa"

"ish..jawatan saya x tinggi...sy x nak buat kerja ni..."

"siapalah sy ni....org bawahan je...."

Perlu merendah diri..tapi tengok pada tempatnya...ketika paluan perang bersahut...! kita perlu ke depan..tanpa kira kita siapa..dan ketika jemaah memerlukan kita...kitalah orang yang paling beruntung!



Sedikit peringatan untuk diri saya yang dhaif ini....

Sejarah tetap sejarah. Namun sejarah peribadi didikan Rasulullah terlalu indah. Indah untuk dikenang, manis untuk di bayang, dan pastinya terlalu agong untuk diteladani.

Ianya bukan lakonan. Ianya satu keikhlasan. Mereka mempunyai pandangan tersendiri, namun mereka memuliakan pandangan sahabat lain. Cinta mereka mengatasi cinta diri sendiri. Jihad mereka bukan memburu ghanimah duniawi.

Nama empat sahabat agong khalifah Arrasyidin memang tiada tolok bandingnya, namun terlalu banyak nama lain mengukir dan melakar sejarah perjuangan unik ini. Benarlah kata Assyahid Syed Qutb Mereka adalah generasi Al Quran yang unik. Hasil tangan didikan langsung dari Rasulullah SAW. Antaranya Khalid Al Walid

Indahnya membaca kisah Khalid Alwalid. Sejarah hidupnya penuh kegemilangan di medan peperangan. Dari zaman Jahiliah, beliaulah perancang menyebabkan medan Uhud menjadi medan muhasabah sepanjang masa pejuang Islam. Di kemuncak karier sebagi panglima tentera, di tengah medan peperangan sedang bergelora, sampai berita pertukaran pimpinan perang. Khalid dilucutkan jawatan. Hanya menjadi tentera biasa. Semuanya percaturan politik saidina Umar alkhattab.

Bermusuhkah Umar dengan Khalid??? Tidak!!! Hilangkah kepercayaan Umar kepada Khalid??? Tidak. Curigakah Umar kepada Khalid??? Juga tidak!!! Apa perlu jawatan Khalid dilucutkan? Dia tidak pernah mengkritik Umar. Atau mengkritik orang kepercayaan Umar. Apabila ditanya tentang tindakan Umar…. Jawapan mudah… tanda betapa ikhlasnya Khalid Al Walid “ Aku berjuang bukan kerana Umar. Aku berjuang kerana Allah”

Alangkah indahnya keperibadian Khalid Al Walid. Terlalu agongnya cinta Khalid kepada perjuangan Islam. Kalau Khalid mengkritik Umar, Khalid punya alasan yang kuat. Khalid menerima dengan penuh kerelaan. Namun Umar jua punya alasan tersendiri. Tindakan Umar kerana sayangnya Umar kepada perjuangan. Umar mahu menjaga perjuangan. Memastikan halatuju perjuangan di landasan yang benar. Tindakan Umar ialah tarbiah buat tentera agar mereka menyedari bahawa kemenangan tentera Islam adalah kerana pertolongan Allah, bukan kerana kehebatan Khalid.

Pernahkah Khalid mendakwa kemenangan Islam kerana kebijaksanaan atau kepimpinannya?? Atau pernahkah Khalid mengkritik pemimpin pasukan tentera lain yang mungkin tidak sehebat percaturan Khalid atau kemenangan yang diperolehi Khalid?? Tidak… tidak… tidak sama sekali… Jauh sekali untuk Khalid bertemu musuh meluahkan kekecewaannya. Alangkah indahnya keperibadian Khalid Al Walid!!! Semoga kita semua mencontohi Khalid Al Walid walu kita bukan bernama Khalid!!
 
Seorang ulama tasawuf terkenal, Fudhail bin Iyadh pernah menyebut: “Meninggalkan sesuatu amal kerana manusia adalah riak. Melakukan sesuatu amalan kerana manusia pula adalah syirik. Penyelamat daripada kedua-duanya ialah ikhlas.”
Artikel Asal : http://u-jam.blogspot.com/2011/03/eh-aku-malaslah-berjuang-untuk-siapa.html

gravatar

Al-Mursalat; 32

Bismillahirrahmaanirrahiim..


Sudah lama saya nak cita tentang ayat ini.. ayat2 daripada surah al-Mursalat.. tetapi saya tidak akan ceritakan semua kerana gelap malam memanggil2 mata saya untuk dilelapkan.. fuhh! ayat~~

Al-Mursalat ayat 32
"Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana.."

Subhaanallah.. sepertimana yang digambarkan dalam ayat ini tentang kebesaran makhluk2 ciptaan Allah.. 
bunga api = percikan api (macam yang keluar dari sisi pemetik api apabila kita cuba nyalakan api di pemetik api tersebut )

Sahabat2, bunga api tersebut telah menjadi salah satu perbandingan hidup kita di dunia dan neraka kelak.. 
percikan bunga api yg tak sampai 1 mm tersebut besarnya seolah2 sebesar istana.. kawan2 pasti pernah ke istana dan melihat sendiri betapa besar dan luasnya sesebuah istana.. 

itu baru azab sebesar percikan api.. bagaimana pula dengan azab hamparan api neraka-Mu ya Allah...

ayat Quran ini telah diceritakan oleh ustaz Abdullah Ismail di kelas bahasa Arab lebih kurang 4 minggu lepas. Terima kasih ustaz kerana telah banyak mengajar tafsir Quran walaupun pada mulanya agak susah untuk saya memahami bahasa Arab fushah.. Saya suka kelas ustaz... sayang nak ponteng kelas ustaz.. kerana saya percaya dengan hadis Nabi Muhammad Sallallahu 'alaihi wasallam;

"barangsiapa ke majlis ilmu untuk belajar 1 bab ilmu adalah lebih baik daripada orang yang solat sunat 100rakaat di rumahnya.."


p/s: tengah taip sambil dengar lagu yang sayu... drpd blog sapa ntah... sedap betul.. n sayu betul...

dedikasi khas buat para pembaca:


dengar ya!

Wallahu a'alam.... bantal dah memanggil2.. :P

Mengarut3